Cari Blog Ini

Senin, 05 Maret 2018

CERPEN

UANG BUKANLAH SEGALANYA

 Jam alarm berbunyi sangat keras, membuat mukidi bangun dari tidurnya, dengan tubuh  yang lemas ia menuju ke kamar mandi untuk berwudhlu, kemudian ia melakukan sholat subuh dan berdoa. Pagi petang yang masih sunyi, telah di hiasi dengan suara merdunya mukidi yang sedang membaca al quran. Beberapa menit kemudian air mata mukidi  mengalir, teringat bahwa ayahnya baru meninggal 2 bulan yang lalu. Kini tinggal mukidi dan ibunya di rumah yang berdinding kayu.

 Matahari sudah menampakkan wajahnya, terdengarlah suara ibu yang keras memanggilku, “di... mukidi kamu di mana?” mukidi menjawab “aku di kamar bu..”. “dasar anak malas, hidup jangan di kamar, cepat kerja sana!” dengan suara ibu yang semakin keras. Mukidi lalu ganti baju dan bergegas pergi bekerja. Pekerjaan mukidi sebagai tukang kayu di rumah tetangganya yang agak jauh, ia masih berumur 14 tahun dan tidak melanjutkan sekolah karenya ibunya menyuruh berhenti setelah ayahnya meninggal. Sifat ibunya yang sangat keras membuat mukidi sangat takut, ia sering di marahi, bahkan tetangga tetangganya juga takut dan menjauhinya. Itulah kenyataan yang di hadapi mukidi, ia selalu bersabar dan berdo’a supaya ibunya sadar.

 Sore pukul 04:30 mukidi pulang dari pekerjaannya. Kemudian berwudhlu dan menjalankan sholat seperti biasannya. Ketika berdo’a tiba tiba ibunya memanggil dengan keras “di.. mukidi di.. mukidi, cepat kesini?”. “ya bu..” dengan suara mukidi yang halus. “cepat!” suara ibu yang lantang. Dengan agak ketakutan “ada apa bu?”. “ibu mau tanya, mana gajimu?”. Mukidi menjawab “inikan baru hari rabu, belom hari kamis”. Kata ibu “oooh iya, sini pijitin kaki ibu yang pegal pegal”. Kemudian ibu mengatakan sambil merasa nikmatnya di pijat, “ jadi anak itu becus kerja, yang rajin kerjanya, jangan malas malasan , biar gajinya banyak.  jika kamu malas kerja, aku pukulin kamu sampai menangis, kamu mengerti kan?”. “ya bu.. aku mengerti” kata mukidi.

 Suara qiro’ di masjid berkumandang. Ibunya mukidi menyuruh menyelesaikan pijatannya, kemudian mukidi berkata “bu.. saya pergi ngaji dulu yaaa...”. Ibu berkata “ya, setelah ngaji langsung pulang,  jangan banyak bermain”
Setiap sore menjelang  maghrib mukidi pergi mengaji dengan menaiki sepeda ke ponpes hidayah, dengan jarak 1 km dari rumahnya, mukidi termasuk anak yang kurang pandai dalam hal agama, tetapi ia selalu bertanya ketika ia tidak paham apa yang di terangkan gurunya. Mengingat kata kata ibu ia bergegas pulang.

 Pagi pagi mukidi sudah tiba di tempat kerjanya. Dengan wajah yang agak lesu, bosnya telah melihat keadaan mukidi dan mengatakan “di... mukidi hari ini kamu kelihatannya  kurang sehat , pulang saja istirahat ya..” . “nggak bos, aku nggak mau pulang sebelum sore” raut wajah pucat. Bos mukidi mengerti apa yang ia maksud  “ya udah istirahat di sini aja samapai sore”.  kemudian mukidi duduk istirahat sambil mengingat apa yang di katakan gurunya ketika ngaji  “Bahwa ilmu itu sangat penting, siapa saja yang mempunyai ilmu dia akan di beri derajat yang tinggi, harta, tahta dan dunia akan mengikuti ilmu. Dan sebaliknya ilmu tidak akan mengikuti harta maupun dunia. Mukidi pun sadar bila ia tidak sekolah, maka kebodohan akan menetap padanya, kemudian di lubuk hatinya ada keiginan kuat untuk bersekolah lagi dan merubah hidunnya.

 Matahari mulai tenggelam, mukidi bergegas pulang, dengan keyakinannya yang kuat, ia ingin berniat bersekolah lagi. mukidi mengucap salam “assalamualaikum” “ waalaikum salam” kata ibu. “Bu saya mau ngomong, tolong duduk di sini aku mau tanya “ kata mukidi. Ibu menjawab “ada apa?, apa mau ngasih uang gajian”. “ya...”  Lalu keduanya duduk dan mukidi memberi uang gajiannya kemudian mengatakan “bu... ada yang mau aku omongin lagi”. “apa itu?” kata ibu. Dengan tubuh yang agak gemetar “saya mau sekolah lagi bu...”. dengan perasaan kaget ibu mengambil sandal dan memukulnya “apa untungnya sekolah hah.., apakah dengan sekolah kita bisa makan?, lihat ini uang apa, dari kerja kan?, bukan dari sekolah. Dengan keyakinan mukidi yang kuat “bu... apakah itu yang engkau lihat?, apakah itu untuk dirimu sendiri?, apakah ibu tidak memikirkan masa yang akan datang dan masa depanku?, bu.... dengan sekolah kita bisa merubah segalanya, dengan ilmu harta dunia kita bisa cari dengan mudah, lihatlah tetangga kita yang sukses, mereka bisa mencukupi kehidupan keluarga  itu dengan ilmu, dengan belajar, dengan sekolah”. Plakkkk......tamparan yang sangat keras “siapa yang mengajarimu membantah atau sekolah yang mengajarimu membantah”. “Tapi bu.....”air mata mukidi mulai mengalir .Dengan telapak tangan, Plakkkk.... Mulut dan hidung mukidi berdarah . “sakit bu sakit..., kemudian ia lari kesakitan sambil menangis ke kamar, klekk... pintu kamar di tutup rapat dan di kunci. Lukayang di terima mukidi segera di bersihkan dan di obatinya. Mukidi menangis merasakan betapa sakitnnya tamparan yang di terimanya.

 Ibu terdiam dan menatap telapak tangannya yang terdapat darah, pikirannya bingung, dan hatinya pun sadar “apa yang saya lakukan dengan anakku?, mengapa aku memukulnya sampai berdarah?, dia kan anakku satu satunya, jika dia tidak ada, siapa yang akan menemaniku?, maafkanlah saya anakku, selama ini saya tidak sadar , aku terlalu egois ”. kemudian ibu menghampiri mukidi “di.. mukidi tolong buka pintunya”. Mukidi hanya terdiam menangis dan merasakan sakit. Air mata ibu mengalir  dan berkatav“ di... mukidi tolong buka, ibu minta maaf, telah menyakitimu selama ini, apa yang telah aku perbuat selama ini, padahal kamu anak penurut dan baik. dengan perasan yang takut mukidi membuka pintunya, kemudian ibu memeluk mukidi sambil menangis “ibu minta maaf nak”. “ya buu... aku yang salah telah membantah ibu” kemudian mukidi memaafkan ibunya. Ibunya sekarang membolehkan mukidi ber sekolah lagi, dan ibunya yang sebelumnnya tidak bekerja, sekarang akan bekerja keras untuk membiayai sekolah mukidi. 

Kamis, 15 Februari 2018

INILAH DUNIA YANG KULIHAT

  Saat melihat berita  di manapun seringkali di temukan  tentang anak yang tidak pantas melakukan hal hal yang kurang baik, seperti anak sekolah yang mengajak gurunya berkelahi, anak di bawah umur bertingkah seperti orang dewasa dan lain sebagainya. Apakah semua kesalahan itu berada di sekolah ?, Tidak, pihak sekolah sudah berusaha membimbing  dan meluruskan anak anak. Semua kesalahan itu karena orang tua memberikan kebebasan kepada anak bermain di luar dan membawa smartphone. Dengan alasan kedua itu bila tidak di kontrol dan di arahkan oleh orang tua, maka anak akan menangkap konten negatif lebih banyak daripada positifnya. Sesibuk sibuk orang tua jangan sampai lupa mengontrol anak anaknya.

Sabtu, 10 Februari 2018

INSPIRASI

     Kebaikan apakah yang telah hilang, keburukan apa yang kita tahu, bila kita tidak bertemu apakah kita masih bisa tersenyum

     Hidup itu untuk berjuang, bila tidak berjuang itu sama halnya dengan orang mati.

      Aku dan kamu itu di ciptakan berbeda, bila aku mempunyai kekurangan tolonglah aku dengan kelebihanmu, bila kamu mempunyai kekurangan akan ku tolong dengan kelebihanku.

     Semakin tinggi ilmu seseorang, maka seseorang itu memaklumi perbedaan saudaranya.

     Sejelek jelek seseorang itu mempunyai harga diri yang tidak ingin di rendahkan.

      Terkadang seseorang di butakan oleh dunia, sehingga ia lupa bahwa mati telah menunggunya setiap saat.
     

JANGAN REMEHKAN AIR KENCING

Kencing adalah sesuatu yang tidak bisa di lepaskan dari kehidupan manusia. tahukah kamu bahwa air kencing se titik bisa menyebabkan manusia di siksa di alam kubur. Penyebabnya apa? ,karena masih banyak yang meremehkan percikan percikan air kencing  yang terkena pakaian (terutama bagi laki laki ketika kencing berdiri). Salah satu yang membatalkan sholat adalah terkena najis, jika seseorang terkena percikan air kencing maka batal sholatnya. Maka dari itu berhati hatilah saat sedang kencing dan jangan lupa di sucikan tempat keluar kencingnya, sekian semoga bermanfaat.

ISLAM

RUKUN IMAN ADA 6
1. Iman kepada Allah
2. Iman kepada malaikat malaikat Allah
3. Iman kepada kitab kitab Allah
4. Iman kepada Rasul rasul Allah
5. Iman kepada hari akhir
6. Iman kepada qada' dan qadar

RUKUN ISLAM ADA 5
1. Mengucapkan 2 syahadat
2. Mendirikan sholat
3. Mengeluarkan zakat
4. Puasa di bulan romadhon
5. Haji bagi yang mampu





BELAJAR MENULIS

Bismillahirrahmaanirrahiim, Hari sabtu, 10 frebuari 2018 saya memulai belajar membuat blog, dengan keinginan yang kuat saya akan berusaha membuat artikel dengan baik. Kesadaran yang telah merasukiku bahwa ilmu itu sangat penting. Dengan mengembangkan ilmu aku akan terus menulis dan belajar bagaimana caranya menulis yang baik dan benar, bila ada kesalahan dalam tulisan maupun isi berita, saya sangat harap masukan masukan yang di berikan kepadaku untuk mengembangkan keinginanku untuk menulis. 

CERPEN

UANG BUKANLAH SEGALANYA  Jam alarm berbunyi sangat keras, membuat mukidi bangun dari tidurnya, dengan tubuh  yang lemas ia menuju ke kam...